
Terinspirasi dari indahnya Toraja dan hitamnya Djarum Black yang memikat, saya kembali menulis sebuah artikel yang masih berkaitan dengan Toraja. Salah satu obyek yang terkenal di Toraja sebagai daerah Pariwisata adalah upacara adatnya. Upacara adat di Tana Toraja ada dua macam, yaitu rambu tuka’ dan rambu solo’. Kali ini saya akan membahas lebih mendalam mengenai rambu solo’.
Rambu solo’ merupakan upacara adat kematian bagi masyarakat Toraja dengan tujuan untuk menghormati dan mengantarkan arwah orang yang meninggal dunia menuju alam keabadian yang sering disebut Puya. Puya diperkirakan terletak di bagian selatan tempat tinggal masyarakat Toraja. Rambu solo sekeligus sebagai media untuk mengantarkan roh orang yang telah meninggal menuju Surga. Upacara ini juga sangat dilirik para wisatawan yang berkunjung ke Toraja. Baik wisatawan domestik maupun wisatawan dari luar negeri. Mereka tak mau menyia-nyiakan momen-monen seperti ini begitu saja, kebanyakan dari mereka telah mempersiapkan kamera untuk mengabadikan kegiatan ini sebagai perjalanan wisata yang sangat menakjubkan.







