Mengalirkan Harapan Kehidupan Untuk Masa Depan

Air sebagai sumber kehidupan di muka bumi identik dengan kata mengalir, suatu kata sifat yang begitu melekat dan memberi arti mendalam bagi masa depan. Apakah kita akan mengalirkan kehidupan yang baik, yang sejaterah bagi masa depan atau mengalirkan hal yang buruk? Semua jawaban ada pada diri kita sendiri. Sebagai makluk yang mendapat hak istimewah di bumi, sudah seharusnya kita instropeksi diri, bagaimana sikap dan prilaku kita dalam merawat kelestarian alam.
Sanggupkah kita meneruskan aliran kehidupan untuk masa depan? Anda mungkin berpikir ini hanya pertanyaan murahan yang tidaklah penting untuk ditanggapi. Ya, jika memang murahan, tidaklah lebih murah harga dirimu jika tidak peduli akan kelestarian alam? Segeralah instropeksi diri!

Mungkin saya berlebihan jika mengatakan, "kehidupan yang akan datang sangat tergantung dari 1000% kehidupan masa sekarang." Tapi saya tetap yakin, bahwa sebagain besar dari kita setuju jika masa depan memang sangat ditentukan oleh masa sekarang. Apa yang kita perbuat di masa sekarang akan mendapatkan jawaban di masa yang akan datang.
Kita telah menyaksikan gejala kepunahan mulai menunjukan sosoknya yang sangat menakutkan. Terlihat sedikit, tapi sangat menggelitik.
Saya rasa sudah banyak dari kita yang pernah membaca artikel/dokumen dengan judul “Surat dari tahun 2070” yang beredar luas di dunia maya. Dokumen tersebut pernah dipublikasikan di majalah “Crónica de los Tiempos” pada bulan April 2002. Isi surat itu menceritakan betapa perihnya kehidupan pada masa-masa tersebut. Mereka yang hidup di tahun itu sangat sulit mendapatkan air, baik untuk bersih-bersih maupun untuk di komsumsi. Betapa sakit dan sangat perihnya rintihan hati yang meraka kirimkan demi kesadaran kita.
Lalu, apa sikap kita? Cuek, berharap pada orang lain ataukah sikap empati sudah cukup? Saya rasa sikap empati hanyalah sebagian kecil dari perjuangan untuk melestarikan alam. Tapi jadikanlah rasa dari jiwamu itu menjadi suatu tindakan yang nyata untuk mengahapus kepunahan dari jawaban masa depan. Sekarang! Yah, sekaranglah saatnya para kawan mudaku.

“Aku tidak dapat menghilangkan perasaan bersalah, karena aku berasal dari generasi yang menghancurkan alam dan lingkungan dengan tidak mengindahkan secara serius pesan-pesan pelestarian… dan banyak orang lain juga!

Aku berasal dari generasi yang sebenarnya bisa merubah keadaan, tetapi tidak ada seorangpun yang melakukan.
Aku berharap untuk bisa kembali ke masa lampau dan meyakinkan umat manusia untuk mengerti apa yang akan terjadi … “
Kalimat-kalimat penyesalan di atas saya kutip dari penghujung isi surat tersebut. Mereka menyesal dan sangat menyesal. Mereka sebenarnya berasal dari generasi yang sama dengan kita, yaitu generasi yang bisa merubah keadaan menjadi lebih baik.
Kalian mungkin masih bertanya-tanya keaslian dokumen tersebut. Menganggap spam, hoax atau hanya tulisan untuk cari sensasi saja. Tapi, terlepas dari kontroversi yang bermunculan, kita harusnya menjadikan dokumen ini sebagai pedoman motivasi dan inspirasi hidup kita untuk melestarikan kabaikan dan manfaat dari alam. Jangan sampai pada saat hal buruk terjadi di masa yang akan datang barulah kita menyesali sikap dan perbuatan kita di masa sekarang. Pada saat itu kita berkata “Aku berharap untuk bisa kembali ke masa lampau dan meyakinkan umat manusia untuk mengerti apa yang akan terjadi … “.
Sebelum hal-hal terburuk menimpa kehidupan di muka bumi terjadi, sekali lagi saya tekankan, bahwa setiap dari kita harus sadar dan saling mengingatkan akan pentingnya sikap serta tindakan yang nyata untuk melestarikan lingkungan.

Mari kita memberi yang terbaik untuk masa depan. Jangan sampai kita mewariskan kepunahan, kemiskinan dan kesulitan untuk bertahan hidup kepada anak cucu kita. Berikan mereka harapan kehidupan yang nyata mulai dari sekarang. Alirkanlah semua keindahan dari alam demi masa depan yang lebih baik. Sebab orang yang miskin bukanlah meraka yang kehilangan harta benda, melainkan mereka yang kehilangan harapan. Air adalah harapan yang besar bagi masa depan maka biarkan harapan kehidupan yang besar itu mengalir dengan lancar dan jernih untuk masa depan kita dan anak cucu kita yang lebih baik. Ingat bahwa kita membutuhkan air bukan karena kuantitasnya saja, tetapi juga lebih kepada kualitasnya.

Di internet sudah banyak sumber-sumber yang menuliskan hal-hal buruk apa saja yang akan terjadi jika kita tidak merawat lingkungan. Bencana banjir, longsor, kesulitan mendapatkan air yang bersih dan segalah macam akibatnya. Di internet, kita bisa mendapatkan informasi mengenai hal-hal apa saja yang menyebabkan semua itu terjadi. Misalnya pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh gas pembuangan kendaraan dan pabrik yang berlebihan, perbuatan kita yang membuang sampah sembarangan, melakukan pembalakan liar serta sikap sembrono yang membuang-buang air. Tetapi, di internet itu juga, kita bisa menemukan tindakan-tindakan yang harus dilakukan untuk mencegah hal-hal buruk tersebut.
Meskipun kita sudah mengetahui cara pencegahan tapi tidak mempunyai sikap dan tindakan nyata itu sama halnya dengan ilmu hampa yang tak bernilai. Hidup kita membutuhkan motivasi untuk menggerakan sikap positif kita menjadi nyata. Besar harapan saya, kiranya tulisan ini bisa memotivasi hidup kita untuk merawat lingkungan. Seperti apa yang telah dilakukan oleh Komunitas Kompas MuDA di ulang tahun ke-4 nya yang bekerja sama dengan AQUA telah membuka pola pikir saya dan banyak para MuDA kreatif lainnya untuk saling mengingatkan dalam melestarikan lingkungan. Kompetisi WEB Kompas MuDA & AQUA di tahun 2011 ini akan melahirkan banyak generasi muda yang kreatif untuk terus berbagi informasi di dunia maya akan sejuta kebaikan dari alam yang harus kita rawat. ”Semua tentang kita, Air untuk Masa Depan”. Dimulai dari diri sendiri semua bisa kita lakukan untuk menyelamatkan alam. Mengapa harus malu, lakukanlah sekarang kawan!


Jika anda tertarik untuk membaca secara lengkap isi dokumen “Surat Dari Tahun 2070” silakan berkomentar dan tinggalkan alamat email anda. Dan saya akan mengirimkannya ke email anda. 

Terima Kasih


Jeanot Nahasan untuk Kompetisi Web Kompas MuDA & AQUA

About the Author

Jeanot Nahasan

Author & Editor

Web Developer dan Internet Marketer berdomisili di Yogyakarta. Menulis untuk mengenal dunia.

4 comments:

  1. Blognya keren gan, jenius dalam membuat artikel.. salut.
    Semoga sukses.

    BalasHapus
  2. Terima kasih atas pujiannya BungMaks, memang diperlukan kesadaran masing2 dalam menjaga kebaikan alam.

    BalasHapus
  3. Mantaps nih artikelnya. tp saya gak bisa ikutan, heu heu Sukses yahhhh

    BalasHapus
  4. Thanks sob Rosadeta, masih banyak kesempatan sob.. skali lagi, terima kasih atas kunjungannya.

    BalasHapus

 

Jeanot Nahasan © 2015 - Designed by Templateism.com, Plugins By MyBloggerLab.com