Dari Lembar Ujian, Wajah Baru, Sunset Hingga Datangnya Gerhana Bulan

Tuhan sungguh luar biasa hari ini. Napas kehidupan yang diberikannya memberikan kesan dan cerita sepanjang hari ini (15 Juni 2011). Meski sangat melelahkan, menguras pikiran dan juga tenaga tapi semua menjadi kesan yang akan menjadi kisah klasik untuk masa depan. Di saat semua perjalanan ini menjadi kenangan dan mengambil tempat penyimpanan di memori otak, suatu saat nanti semua kan kembali ter-gambar. Hingga saya akan menyadari betapa banyaknya hal berbeda yang pernah saya rasakan dalam hidup ini.

Pagi ini dimulai dengan ujian akhir semester. Tiba di kampus saya sedikit telat. Pagi yang mulai menguras tenaga ketika harus naik turun tangga demi mendapat kepastian terkait ujian saya yang tabrakan. Tiba di salah satu ruang ujian di lantai 4 saya hanya bertemu dengan pengawas ujian dan mahasiswa yang akan mengikuti ujian. Sebenarnya yang ingin saya temui adalah Pak Wisnu Wijaya, yaitu dosen yang mengajarkan mata kuliah tersebut (manajemen risiko perangkat lunak) untuk konfirmasi masalah tabrakan ujian tersebut, tapi karena beliau belum hadir di ruangan, maka saya langsung turun ke lantai 2 untuk langsung mengikuti ujian mata kuliah yang lainnya (Struktur Data 2). Saya tidak terlalu ambil pusing, karena saya tau beliau adalah dosen yang sangat pengertian.

Ujian yang menguras pikiran, saya sedikit sulit untuk konsentrasi karena pikiran terbagi dengan kegiatan saya sebagai panitia bidang pendaftaran INSADHA (tahap inisiasi masuk Universitas Sanata Dharma) yang setelah ujian mata kuliah tersebut, saya harus ada di tempat pendaftaran untuk bertukar kerja dengan panitia yang lain. Akibatnya, saat mengerjakan soal, saya kurang teliti dan salah menggunakan cara pengerjaan untuk menyelesaikan salah satu dari soal tersebut. Lembar jawaban ujian yang sangat abstrak menurut saya, penuh coretan dan tulisan yang kurang jelas dibaca karena terburu-buru tapi karena kuasa Tuhan, semua soal dapat saya selesaikan dengan baik. Terima kasih Tuhan.

Setelah ujian, saya langsung berangkat ke tempat pendaftaran INSADHA yang terletak di kampus 2 Universitas Sanata Dharma. Saya berangkat dari kampus 3 dan harus menempuh jarak sekitar 4 KM. Saya memilih untuk tidak terburu-buru karena masih ada sela waktu yang cukup banyak untuk pertukaran shift kerja terkait tugas di atas. 

"Penuh wajah baru". Seperti itulah kesan yang saya rasakan ketika pertama kali masuk dan menginjakkan kaki di ruangan tersebut. Para calon mahasiswa baru terlihat cukup antusias di hari pertama pendaftaran Insadha ini dibuka. 

Pelajaran dari Wakil Rektor III USD terkait bidang pendaftaran dan Insadha 2011
Tugas perdana di tempat tersebut sedikit cukup menyulitkan. Mungkin ini karena faktor pertama kali kerja atau konsentrasi yang masih tidak sinkorn dengan tindakan setelah selesai ujian. Akibatnya saya sempat salah meng-inputkan beberapa data, mulai dari NIM, tanggal lahir dan bulan lahir yang seharusnya September, saya ketik menjadi November. Bulan 9 saya sangka sebagai bulan november.

Seiring berjalannya waktu, permasalahan di atas tidak terjadi lagi. Konsentrasi mulai meningkat ketika wajah-wajah baru ikut memberikan semangat untuk bekerja di tempat itu. Pekerjaan kami selesai pukul 15.30, tapi masih harus tinggal di tempat sekitar 1 setengah jam untuk melakukan rekap data.

Setelah semuanya selesai, saya tidak langsung kembali ke rumah (red : kontrakan). Saya harus kembali lagi ke kampus III untuk membahas satu masalah yang cukup membuat pusing. Saat mendekati kampus, saya bertemu dengan teman saya yang sedang memotret sunset dari pinggir jalan. Sunset yang sangat indah sebagai penenang jiwa yang mulai membisu dengan kedamaian. Setelah membicarakan masalah tersebut, saya tak berlama-lama lagi dan segera langsung kembali ke rumah dengan jarak tempuh sekitar 3,5 km. Tiba di rumah sekitar pukul 18.00 saya langsung makan. Pasalnya dari mulai membuka mata di pagi hari hingga sore itu perut saya belum mendapatkan sokongan nasi untuk menambah tenaga. Hanya beberapa roti dan beberapa gelas air putih yang memberikan bantuan untuk beraktivitas sepanjang hari.

Setelah makan, saya mulai mengantuk dan memang sudah dari beberapa jam sebelumnya saya sudah mengantuk. Sambil browsing untuk optimasi dan memantau perkembangan di kontes SEO yang saya ikuti yaitu "Mercedes-Benz Mobil Mewah Terbaik Indonesia" dan "Blogilicious Trah Yogyakarta" (semi SEO), perlahan-lahan saya akhirnya tertidur.

Waktu yang sangat singkat untuk istirahat, karena jam 9 malam saya harus kembali ke kampus 3, tepatnya di Radio Masdha Jogja demi menjalankan tugas sebagai teknisi di radio kampus tersebut. Malam ini saya harus menginap dan kembali ke rumah esok pagi sekitar pukul 6 pagi.

Hari yang luar biasa ketika semua orang membicarakan tentang gerhana bulan malam ini. Kebesaran Tuhan yang tak dapat kita bantai semua kenyataannya.

Potret bulan yang menerangi perjalanan menanti datangnya bulan gerhana malam ini, pukul 21.00 dari kampus III USD
Cukup sekian cerita hari ini, selamat menunggu datangnya gerhana bulan total hingga pagi nanti (16/6/2011).  Gerhana bulan total yang terlama sepanjang sejarah, yakni mencapai 100 menit. Andai gerhana bulan dapat mengabulkan permintaan, maka mintalah kedamaian.
Tuhan tidak hanya luar biasa hari ini, tapi Tuhan selalu luar biasa dari dulu, sekarang dan sampai selama-lamanya. Karya dan mukjizatnya sungguh luar biasa.
[org pintar pasti punya komentar, so jgn malu untuk berkomentar, saran dan kritik]

About the Author

Jeanot Nahasan

Author & Editor

Web Developer dan Internet Marketer berdomisili di Yogyakarta. Menulis untuk mengenal dunia.

6 comments:

  1. haha...lucu juga baca postinganmu not,, lumayan buat refreshing abis belajar basdat :D

    BalasHapus
  2. Tulisan yang menarik :)

    BalasHapus
  3. @Fiona : hahah.. selamat berpusing2 ria esok hari.. :)

    @Anonim :thanks yah,, btw next time pake nama yah,, jgn undefinied kayak gini :D

    BalasHapus
  4. haha...yoi not, selamat menikmati gerhana bulan mlm ini :)

    BalasHapus
  5. kunjungan perdana, memang Tuhan memberikan kita segalanya. mas tadi pagi liath gerhana bulan ?

    BalasHapus
  6. lucu mentong....gerhana bulannya mirip dragon ball..

    BalasHapus

 

Jeanot Nahasan © 2015 - Designed by Templateism.com, Plugins By MyBloggerLab.com