BLACK Box.,,! Saksi sebuah Kecelakaan Penerbangan

'Black in News' kali ini cukup menarik untuk dibaca....

Kalian pasti pernah mendengar peristiwa kecelakaan pesawat milik salah satu perusahaan penerbangan di Indonesia. Misteri mengenai penyebab terjadinya memang belum terungkap secara maksimal pada publik. Salah satu yang dapat dipercayai untuk menjadi landasan mengungkap penyebab terjadinya kecelakaan pesawat adalah BLACK-BOX (Kotak HITAM,, bukan kotak bungkus rokok 'Djarum Black'). Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan BLACK-BOX itu sendiri...????

pengertian di bawah ini berdasarkan versi wikipedia :


Kotak hitam atau BLACK box adalah sekumpulan perangkat yang digunakan dalam bidang transportasi - umumnya merujuk kepada perekam data penerbangan (flight data recorder; FDR) dan perekam suara kokpit (cockpit voice recorder; CVR) dalam pesawat terbang.
Fungsi dari black box atau kotak hitam sendiri adalah untuk merekam pembicaraan antara pilot dengan ATC atau Air traffic control serta untuk mengetahui tekanan udara dan kondisi cuaca selama penerbangan. Walaupun dinamakan kotak hitam tetapi sesungguhnya kotak tersebut tidak berwarna hitam melainkan berwarna jingga/oranye. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pencarian jika pesawat itu mengalami kecelakaan.

Sejarah BLACK-BOX  (masih menurut bang wiki)

  • Generasi pertama, Pada masa ini Flight Data Recorder mempunyai kapabilitas perekaman yang sangat terbatas, hanya meliputi 5 parameter perekaman penerbangan yaitu Heading (arah penerbangan), Altitude (ketinggian penerbangan) , Airspeed (kecepatan terbang) , Vertical Speed (percepatan vertikal) dan Time (waktu) ------------ Kelima parameter analog tersebut direkam pada Metal Foil (semacam kertas logam yang disebut Incanol Steel), yang hanya bisa dipakai satu kali perekaman, sehingga disebut juga Foil recorder. Dengan parameter terbang yang sangat terbatas pada alat ini ditambah sulitnya untuk dapat diinterpretasikan.
  • Generasi kedua, didorong oleh terbatasnya parameter yang terekam pada foil recorder dan sulitnya menginterpretasi data kemudian berkembang FDR dengan menggunakan magnetic tape dengan format data digital pada tahun 1960-an. Kemampuannya merekam jauh lebih baik dengan mencakup banyak parameter data. Pada perkembangannya FDR dirasa tidak cukup untuk digunakan sebagai dasar analisa penyebab kecelakaan, maka mulai dikembangkan teknologi CVR, yang pada tahun 1965 menjadi piranti wajib semua pesawat terbang komersial.
  • Generasi ketiga, Pada tahun 1990, mulai dikembangkan FDR generasi ketiga yang berbasiskan teknologi solid state, disusul dengan CVR pada tahun 1992. Keunggulan black box generasi ketiga ini adalah kemampuan untuk merekam lebih banyak parameter dan waktu yang lebih lama, biaya perawatan yang lebih rendah dan pembacaan data yang lebih mudah dibandingkan dengan magnetic tape.



Fungsi dari BLACK box atau kotak hitam sendiri adalah untuk merekam pembicaraan antara pilot dengan ATC atau Air traffic control serta untuk mengetahui tekanan udara dan kondisi cuaca selama penerbangan tapi pada intinya Kotak Hitam ini dirancang memiliki dua fungsi:
1. Memberi akurasi dan koreksi terhadap kesalahan yang sering ditimpakan terhadap kesalahan pilot atau kesalahan sistem pesawat.
2. Untuk menganalisis insiden kecelakaan supaya menjadi bahan pencegahan kesalahan di masa selanjutnya.

About the Author

Jeanot Nahasan

Author & Editor

Web Developer dan Internet Marketer berdomisili di Yogyakarta. Menulis untuk mengenal dunia.

0 comments:

Posting Komentar

 

Jeanot Nahasan © 2015 - Designed by Templateism.com, Plugins By MyBloggerLab.com