Masih Ada Rindu, Walau Tangan Tak Dapat Lagi Berjabat

"Cerita tentang hidup kita memang tak dapat dirangkai lagi, tapi aku percaya, Tuhan selalu menjaga persahabatan kita hingga tiba saatnya, aku, kamu dan kita semua berada di tempat yang indah, yaitu kerajaan Surgawi"
***

Kawan, aku dan kamu memang telah terpisah antara dua dunia dengan dimensi yang berbeda. Aku dan kamu tak lagi bisa saling berjabat walau rindu tangan ini untuk menggenggam dan menjabat tanganmu dengan senyuman. Aku dan kamu tak lagi mampu bersama untuk meruntuhkan keangkuhan dunia meski hasrat jiwa muda ku terus mendesak dan berharap kamu bisa kembali agar kita dapat melangkah bersama melakukan hal hebat untuk dunia.

Usiamu masih muda di dunia penuh keangkuhan ini saat kamu pulang ke pangkuanNya, namun, kini di dunia yang sebenarnya, dunia yang penuh kebahagiaan dan kedamaian, umur kamu telah bertambah kawan.

1 tahun hingga 2 tahun berlalu, menjalani hidup dengan suatu kehampaan pada sudut hati setelah kepergianmu sahabat. 2 tahun sudah kamu meninggalkan kami, menuju rumah yang dirindukan semua orang tapi tak seorang pun ingin ke sana lebih awal. Waktu yang tidak sebentar untuk menahan kerinduan yang bersemayam dalam lubuk hati.
Betapa kuatnya rasa agar dapat menyapa mu dengan kekuatan senyuman untuk semakin mempertegas nilai persahabatan. Semua kerinduan hanya bisa aku sampaikan lewat doa ku pada Bapa yang setia menjagamu.

Kawan, aku tak pandai lagi untuk merangkai kata-kata yang dapat menunjukan semua rasa bangga bisa menjadi bagian dalam hidupmu sebagai sahabat.


Melalui tulisan singkat ini, aku menitip sebuah doa pada Bapa di surga, kawan, tolong sampaikan ini :
"Jagalah kami Bapa, tetapkanlah hidup kami pada kedamaian sejati dan abadi. Kuatkanlah kami untuk saling memahami, menjaga dan berjalan bersama demi tercapainya semua harapan. Runtuhkanlah keangkuhan hati yang ada dalam pribadi kami, agar setiap langkah kaki kami di bumi ini dapat meninggalkan jejak-jejak keharmonisan hati, jiwa dan pikiran. Jika masih ada benci dalam hati kami, musnahkan lah semua itu, agar nilai cinta dan kasih dapat kami wujudkan dalam setiap pikiran, tindakan dan perbuatan."

Satu lagi kawan, masih ada rindu dan akan selalu ada rindu tentang dirimu dan kita untuk melewati ritme kehidupan ini bersama. Tangan tak dapat lagi berjabat, tapi doa akan selalu menjawab. Percaya itu, suatu saat kita akan bertemu lagi :)
"Hidup cuma sekali, cuma satu kali... waktu tak mungkin kembali untuk meniti langkah kaki, tapi aku kan tetap "bernyanyi" dan "menari"... demi tujuan hidup yang telah ku rangkai, enggan langkah kaki ini berhenti.. walau kadang aku tertatih dan tersakiti.. karena kini aku sadar hidup ku kian berarti dan terlengkapi, saat aku mengenal kalian para SAHABAT SEJATI."

In Memorian, Alan Olivian (R.I.P - 18 Okotober 2009)
tulisan sebelumnya : Tulisan untuk 1 tahun kembalinya Sahabatku ke rumah yang indah.

About the Author

Jeanot Nahasan

Author & Editor

Web Developer dan Internet Marketer berdomisili di Yogyakarta. Menulis untuk mengenal dunia.

1 comments:

 

Jeanot Nahasan © 2015 - Designed by Templateism.com, Plugins By MyBloggerLab.com