Malam Minggu Kota Jogja @ Jogja Life

Liputan kehidupan kota Jogja yang dibungkus dalam BLACK In NEWS -

Berbicara mengenai kota Jogja, tak akan ada habisnya pikiran ini untuk mengungkapkan segala kekaguman yang dimilikinya. Sabtu 27 Februari (2010) kemarin, untuk pertama kalinya setelah kembali dari Toraja di Tahun ini saya bersama teman-teman melepas kejenuhan menuju angkringan kopi joss yang terletak di sekitar stasion Tugu kota Yogyakarta.

Berangkat dari kontrakan yang terletak di KM 7 Jalan Solo (arah timur kota Jogja)  tepatnya sekitar jam 12 malam, kami langsung menuju lokasi dan menyempatkan untuk mengisi bahan bakar motor di pom bensin terdekat. 
Melanjutkan perjalanan, semangat baru kembali muncul. Begitu ramainya kota ini, "ucap ku dalam hati". Sepanjang jalan berbagai kegiatan bisa kita lihat. Berbagai komunitas berkumpul bersama dan saling bersosialisasi. Pemandangan pertama kami lihat saat melintas di depan sebuah plasa yang bernama Plasa Ambarukmu (Amplas). Di depan plasa berdiri dengan kokoh reklame Djarum Black yang berjejer menghiasi siang dan malam pusat perbelanjaan itu. Terlihat pula keramaian orang-orang yang begitu bahagia menikmati akhir pekan yang indah pada malam kemarin. Dukungan cuaca yang cerah sangat menambah meriahnya malam itu. Semua segmentasi usia, dari mudah hingga yang tua terlihat di sudut-sudut kota. 

Dalam perjalanan, suasana keramaian juga terlihat di sekitar Studio Bioskop XXI, kumunitas mobil tua dengan spirit muda para anggotanya berkumpul dan saling berbincang di tempat itu. Ada juga komunitas skateboard yang berkumpul dan mempertontonkan atraksi-atraksi mereka. Tak jauh jalan terlewati, terlihat sebauh perkumpulan motor jenis vespa yang juga hadir menghiasi keramaian malam itu.

Sekilas teringat dalam pikiran akan Djarum Black Community yakni Djarum Black Motor Community dan Djarum Black Car Community. Pandangan mata ke setiap sudut berusaha mencari di mana mereka berkumpul pada malam itu.  

Lanjut saat melintas di atas jembatan kali Code, mata ini terus melirik dari kiri ke kanan dan sebaliknya memandangi komunitas-komunitas motor yang markir di pinggir trotoar jembatan tersebut. Sebagian sendiri namun sebagian juga keluar bersama pasangan mereka masing-masing. 


Setelah melintasi jembatan kali Code, dari jauh terpancar sinar-sinar keramaian yang terletak tepat di pusat kota yakni dari Tugu yang menjadi tempat orang mengambil gambar sebagai simbolisasi dan untuk lebih menegaskan bahwa "kami ada di Jogja". 

Dari Tugu tersebut, kami berbelok ke arah kiri. Dari belakang kami melintas konfoi komunitas motor Kawasaki Ninja dengan gaya ridernya masing-masing. Tak jauh dan tak lama waktu perjalanan, akhirnya kami tiba di Angkringan Kopi Joss. Target lokasi untuk melepaskan kejenuhan selama perkuliahan seminggu sebelumnya. Tempat tersebut sangat ramai dan didominasi para mahasiswa, hingga begitu sulit mencari tempat yang bermodel lesehan tersebut untuk duduk. Nama angkringan ini memang unik, "Kopi Joss" dimana nama ini menjadi salah satu menu khas yang ada di tempat ini. Kopi joss adalah kopi yang dicelupi sebuah arang hitam hingga berasap dengan aroma yang juga khas. Hitamnya kopi semakin lebih pekat dengan arang hitam tersebut. Selain menu kopi joss, juga ada minuman susu jahe, teh jahe, teh susu, es tape dsb. Di tempat ini juga tersedia makanan khas angkringan, yaitu nasi kucing dengan harga yang sangat terjangkau. Serta berbagai makanan khas angkringan jenis lainnya yang saya tidak tau namanya satu per satu.
Setelah mendapat tempat, kami langsung memesan minuman dan duduk untuk saling berbincang-bincang. Angkringan telah menjadi simbol pusat persebaran ilmu dan informasi. Saling bercerita pengalaman hidup masing-masing sudah merupakan sesuatu yang tak asing lagi di tempat tersebut.

Lama waktu berselang, tak disangka ternyata kami sudah dua jam lebih lamanya ada di tempat itu. Keasyikan ngobrol dan cuci mata membuat kami terhanyut dalam lelapnya malam kota Jogja yang tak pernah sepi.

Perjalanan pulang merupakan akhir cerita saya untuk sebuah moment kehidupan di kota Jogja. Jujur saya sedikit menyesal karena tidak sempat membawa kamera dan mengambil gambar-gambar yang mempunyai nilai seni yang tinggi. Sampai jumpa di Jogja Life Black in news lainnya di blog ini.

(sumber gambar dari internet)

About the Author

Jeanot Nahasan

Author & Editor

Web Developer dan Internet Marketer berdomisili di Yogyakarta. Menulis untuk mengenal dunia.

0 comments:

Posting Komentar

 

Jeanot Nahasan © 2015 - Designed by Templateism.com, Plugins By MyBloggerLab.com